PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSEP

KATA PENGANTAR

 

Puji sukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT., atas berkat, rahmat dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Salawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW., beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya mudah-mudahan kita mendapat naungan safaat di Yaumil Mahsyar kelak.

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Makalah ini menyajikan pembahasan tentang Implementasi Pembelajaran Konsep. Yaitu menyangkut Teori Belajar Kognitif, Aplikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran, Mengoptimalkan Hasil Belajar Kognitif dengan Strategi Belajar.

Penulis menyadari bahwa isi dari makalah ini jauh dari sempurna. Demikian pula dalam penulisan makalah ini penulis tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Dengan senang hati penulis menerima saran, kritik, dan koreksi yang membangun dari semua pihak untuk penyempurnaan makalah ini. Akhirnya, Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya. Semoga kesuksesan selalu bersama kita semua. Amin.

Jakarta, 24 November 2012

 

 

Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………..  i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………..  ii

BAB I

           PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………….  1

BAB II

            IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONSEP

  1. Teori Belajar Kognitif …………………………………………………………………………….  2
    1. Aplikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran ……………………………………………..  2
    2. Mengoptimalkan Hasil Belajar Kognitif dengan Strategi Belajar ………………….  4

BAB III

            PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………………  5

LAMPIRAN               6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LatarBelakangMasalah

Aplikasi pembelajaran kognitif memandang kegiatan belajar bukanlah sekedar stimulus dan respon yang bersifat mekanistik, tetapi kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Oleh karna itu menurut aliran kognitif, belajar adalah sebuah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan. Sehingga prilaku yang tampak pada manusia itu tidak dapat diukur dan diamati tanpa melibatkan proses mental seperti motivasi, kesengajaan, keyakinan, dan lain sebagainya. Dalam implementasinya seorang guru harus memerhatikan beberapa aspek yang perlu ada dalam implementasi tersebut yakni sebagai berikutstrategi mengulang, strategi-strategi elaborasi, strategi organisasi, strategi metakognitif.

B.     PembatasanMasalah

Selanjutnya dari latar belakang permasalahan yang dipaparkan di atas, maka pemakalah dapat membatasi pembahasan makalah sebagai berikut;

  1. Teori Belajar Kognitif
  2. Aplikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran
  3. Mengoptimalkan Hasil Belajar Kognitif dengan Strategi Belajar

C.    Tujuan Penulisan

Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Menambah wawasan kita tentang teori belajar kognitif: kognitif gestalt
  2. Memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa pada dosen matakuliah belajar dan pembelajaran.

D.    Metode Penulisan

Penyusunan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan materi ini dari buku-buku yang telah direferensi oleh dosen mata kuliah belajar dan pembelajaran.           

E.     Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan makalah ini, pemakalah membagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Pendahuluan yaitu, latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
  2. Pembahasan yaitu, Teori Belajar, Aplikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran, Mengoptimalkan Hasil Belajar Kognitif dengan Strategi Belajar.
  3. Penutup dan daftar pustaka.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Teori Belajar Kognitif

Menurut aliran kognitif, belajar adalah sebuah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan. Sehingga prilaku yang tampak pada manusia itu tidak dapat diukur dan diamati tanpa melibatkan proses mental seperti motivasi, kesengajaan, keyakinan, dan lain sebagainya. Teori kognitif dan gestalt lebih menekankan pada proses mental (proses pemikiran) yang melatar belakangi kegiatan atau aktivitas belajar.[1]

Berpikir merupakan proses kognitif yang dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan. Teori belajar kognitif menjelaskan bahwa pemecahan masalah melibatkan tiga tahapan utama yang meliputi persiapan untuk menemukan solusi, memroduksi solusi dan melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan.

B.     Aplikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran

Aplikasi teori kognitif dalam pembelajaran yaitu sebagai berikut:

  1. Guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya.
  2. Anak usia pra-sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda kongkret.
  3. Guru menuyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks.
  4. Guru harus menciptakan pembelajaran yang bermakna dan memperhatikan perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.
  5. Guru hendaknya memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.

Menurut Piaget, aplikasi teori kognitif dalam pembelajaran yaitu :[2]

  1. Memusatkan perhatian pada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. Pengalaman-pengalaman belajar yang sesuai dikembangkan dengan memperhatikan tahap fungsi kognitif dan jika guru penuh perhatian terhadap pendekatan yang digunakan siswa untuk sampai pada kesimpulan tertentu, barulah dapat dikatakan guru berada dalam posisi memberikan pengalaman yang dimaksud.
  2. Mengutamakan peran siswa dalam berinisisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Dalam kelas, pengajaran pengetahuan jadi (ready mode knowledge) anak didorong menentukan sendiri pengetahuan itu melalui interaksi sponta dengan lingkungan.
  3. Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan. Teori Kognitif mengasumsikan bahwa seluruh siswa tumbuh dan melewati urutan perkembangan yang sama, namun pertunbuhan itu yang berlangsung pada kecepatan berbeda. Oleh karena itu, guru harus melakukan upaya untuk mengatur aktivitas dalam kelas yang terdiri dari individu-individu ke dalam kelompok-kelompok kecil siswa daripada aktivitas dalam kelompok klasikal.
  4. Mengutamakan peran siswa saling berinteraksi. Menurut piaget, pertukaran gagasan-gagasan tidak dapat dihindari untuk perkembangan penalaran. Walaupun penalaran tidak dapat diajarkan secara langsung, perkembangannya dapat disimulasikan.
  1. Mengoptimalkan Hasil Belajar Kognitif dengan Strategi Belajar

Untuk mengoptimalkan hasil beajar, Guru dapat mengubah teori-teori kognitif dan pemrosesan informasi menjadi strategi-strategi belajar. Beberapa strategi belajar yang dimaksud adalah strategi mengulang, strategi elaboras, strategi organisasi, strategi metakognitif.[3]

  1. Strategi Mengulang

Strategi ini dilakukan dengan cara menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan awal. Strategi mengulang yang paling sederhana, yaitu sekedar mengulang dengan keras atau dengan pelan informasi yang ingin kita hafal, bahan lebih kompleks memerlukan strategi mengulang yang kompleks juga, seperti menggarisbawahi ide-ide kunci dan membuat catatan pinggir dan sebagainya.

  1. Strategi-strategi Elaborasi

Elaborasi merupakan proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberikan kepastian. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang dengan menciptakan gabungan dan hubungan antara informasi baru dengan apa yang telah diketahui. Hal ini dapat dilakukan dengan (1) pembuatan catatan khusus (2) analogi; pembandingan yang dibuat untuk menunjukan kesamaan antara ciri-ciri pokok suatu benda atau ide (3) PQ4R terdiri dari P singkatan dari preview (membaca selintas dengan ccepat), Q adalah question (bertanya), dan 4R singkatan dari read (membaca), reflect (refleksi), recite (tanya-jawab sendiri), review (mengulang secara menyeruluh).

  1. Strategi Organisasi

Strategi organisasi bertujuan membantu meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru, dapat dilakukan dengan pengorganisasian struktur-struktur baru pada bahan-bahan tersebut. Strategi-strategi ini juga terdiri dari pengidentifikasian ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar.

  1. Strategi Metakognitif

Metakognitif berhubungan dengan pengetahuan siswa tentang cara berpikir mereka sendiri dan kemampuan mereka menggunakan strategi- strategi belajar tertentu dengan tepat.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nadlir, dkk. 2009. Psikilogi Belajar Paket 8-14. —: LPAIS PGMI.

http://todayon2009.wordpress.com/2009/12/28/teori-belajar-kognitif-%E2%80%93-gestalt/

Azrina. http://azrinadailylife.blogspot.com/2012/03/aplikasi-teori-kognitif-dalam.html. Di lihat Jumat 23-11-2012 jam 12.15


[3] Nadlir, dkk, Psikilogi Belajar Paket 8-14. —: LPAIS PGMI, 2009, h. 8.14-8.15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s